Sabtu, 09 Mei 2020

Bellagio, Las Vegas Berjudi Secara Online

Bayangkan mengenai tantangan menakutkan ini! Bayangkan tugas seperti ini: Bos Anda mengatakan bahwa Anda bertanggung jawab untuk mempekerjakan hampir 10.000 pekerja baru. Namun ini merupakan bagian yang mudah. Bagian sulitnya? Anda harus mampu mempersiapkan mereka semua untuk dapat bekerja pada hari yang sama, kemampuan kerja mereka harus sempurna, dan mereka sama sekali tidak boleh berbuat salah. Dan untuk membuatnya semakin menantang. Anda sama sekali tidak boleh menggunakan satu lembar kertas pun! Terdengar sangat tidak masuk akal? Inilah tantangan yang ditawarkan kepada sebuah tim eksekutif di Las Vegas. 
     Setelah beberapa tahun beroperasi, Hotel dan Kasino Bellagio <www.bellagio.com> telah menjadi salah satu tempat utama dan terpopuler untuk berjudi. Namun sebelum mereka beroperasi, Bellagio memberikan pandangan baru bagi para manajer sumber daya manusia dalam menciptakan organisasi yang baru. Tugas yang diemban oleh eksekutif-eksekutif SDM kasino tersebut sangat menantang: Mereka diharuskan untuk memperkerjakan 9.600 pekerja dalam 24 minggu dan memberikan pelatihan kepada mereka, serta sudah memberikan mereka upah pada detik pertama seorang pengunjung masuk melalui pintu. Tim SDM perusahaan tersebut tidak hanya berhasil melakukannya dengan sukses-mereka melakukannya tanpa menggunakan selembar kertaspun! Arte Nathan, wakil presiden divisi sumber daya manusia di Bellagio, berkomentar "Bagi kami, mempekerjakan 9.600 orang sama rasanya seperti ikut dalam Perang Teluk".
     Dengan tingkat ketepatan setara dengan operasi militer skala penuh, tim Bellagio membuat rancangan dan implementasi sebuah sistem penyeleksian paling mutakhir yang pernah ada. Untuk mendaftar satu posisi, pelamar mengajukan lamaran dan waktu pertemuan. Kemudian mereka dibagi dalam jadwal-jadwal untuk hadir dipusat pelamaran kerja kasino tersebut, dimana mereka kemudian akan mengisi aplikasi lamaran yang sudah terkomputerisasi. 100 komputer diberdayakan selama 12 jam, 6 hari seminggu. Bersamaan dengan terkumpulnya aplikasi para pelamar, para pegawai yang berada dimeja checkout  melakukan uji tahap awal secara kilat untuk mengetahui kemampuan komunikasi serta perilaku menyeluruh tiap pelamar, dan mengeliminasi 20% lamaran yang masuk. 
      Tahap berikutnya adalah wawancara 27.000 pelamar. Sebagai contoh, seorang manajer bagian perekruitan pegawai dapat duduk didepan komputer untuk memanggil kandidat yang menduduki peringkat teratas. Sistem bank data dirancang untuk dapat membuat peringkat terhadap kandidat pegawai berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Manajer kemudian dapat memanggil, contohnya, tiga pelamar untuk mengisi posisinya masing-masing kemudian melakukan wawancara tatap muka secara langsung. Wawancara dilakukan berdasarkan pada struktur pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya. Selama wawancara berlangsung melalui sebuah keyboard yang tersembunyi atas respon-respon terhadap pertanyaan yang diberikan kepada pelamar. Data tersebut kemudian dimasukkan kembali ke bank data dari tiap-tiap pelamar.
     Jika manajer tertarik untuk memperkerjakan seorang pelamar, ia dapat menggunakan piranti lunak khusus untuk menampilkan layar "Lakukan cek latar belakang". Sebuah tim khusus akan melakukan verifikasi terhadap sejarah pekerjaan, militer, dan pendidikan; dan untuk beberapa posisi pekerjaan, uji terhadap penggunaan obat-obatan wajib dilakukan. 8% pelamar ditolak pada tahap ini, karena informasi palsu yang diberikan dalam aplikasinya. Jika seorang manajer merasa telah siap untuk menawarkan pekerjaan kepada orang tertentu, sebuah layar akan muncul sehingga sang manajer dapat memilih "ya". Bila ini terjadi, si pelamar akan diundang dalam pertemuan penawaran kerja, dimana pada tahap ini seseorang benar-benar ditawari pekerjaan. Jika mereka menerima, mereka diminta untuk melengkapi beberapa dokumen tambahan-sekali lagi, dalam bentuk elektronik-untuk kepentingan tunjangan dan pajak pendapatan. Mereka kemudian dijadwalkan untuk mengikuti beberapa sesi pelatihan. Dan ketika hari besar itu tiba, dimana pintu Bellagio secara resmi terbuka lebar-lebar, 9.600 pegawainya telah berada pada posisinya masing-masing dan siap untuk bekerja.
    Rencana pengangkatan pegawai-pegawai baru secara besar-besaran oleh Bellagio hampir tidak masuk akal. Namun pada kenyataannya, ada banyak perusahaan yang harus membuat rencana pengangkatan pegawai-pegawai baru dalam jumlah besar secara rutin melalui sebuah cara yang terkoordinasi. Apa yang dilakukan di Las Vegas ini menjadikannya sebuah tren dalam hal pengangkatan pegawai baru, dengan banyaknya kasino-kasino baru yang dibuka. The Mandalay Bay, Venetian dan kasino-kasino besar lainnya akhirnya melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Bellagio. Pada bidang lain, Disney harus mengangkat ribuan pegawai baru setiap mereka membuka wahana taman bermain baru, Toyota harus mengangkat ribuan pegawai baru setiap kali  mereka  membuka pabrik baru, dan Royal Carrbien harus mengangkat pegawai baru setiap kali mereka meluncurkan kapal pesiar baru.
     Namun, Wal-Mart dapat membuat contoh diatas, di tengah-tengah ledakan pengangkatan pegawai baru ini tampak kuno. Wal-Mart <www.walmartstores.com> telah mengumumkan rencananya untuk mengangkat 1 juta pegawai baru selama 5 tahun ke depan. Sekitar 800.000 dari pegawai-pegawai baru ini akan mengisi pekerjaan-pekerjaan yang baru diciptakan, sedangkan sebanyak 200.000 orang lainnya akan menggantikan pegawai-pegawai yang pensiun dan pegawai-pegawai yang diperkirakan akan meninggalkan perusahaan. Ini sama saja dengan mengangkat seluruh penduduk dinegara bagian Rhode Island atau Kota Dallas.
     Jadi apa yang telah direncanakan oleh pengecer raksasa ini? Satu hal yang pasti, adalah mereka perlu meningkatkan upahnya sedikit, dan menawarkan tunjangan lebih banyak. Lainnya, mereka merencanakan untuk melakukan penyeleksian pegawai di kampus-kampus untuk mencari kandidat manajer toko yang potensial. Mereka juga berharap dapat mengikutsertakan pasangan, anak, dan saudara dari pegawai-pegawai yang telah bergabung lebih dahulu di Wal-Mart. Jika mereka dapat meraih kesuksesan, Wal-Mart dapat menjadi pencetus revolusi dalam industri eceran serta dalam penerapan fungsi manajemen SDM. 

Sumber : Buku Bisnis Jilid ke satu Ricky W. Griffin dan Ronald J.Ebert. Hal 213 dam 238 Tahun 2002 Penerbit Erlangga Jakarta.

Sumber Gambar :



















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diagnosis Untuk Bisnis Yang Sakit

      Tindakan terbaik apakah yang dapat diambil jika beban yang ditanggung bisnis lebih besar daripada pendapatannya, dan pendapatan itu s...