Selasa, 05 Mei 2020

Tertarik MacBrioche Dengan Sentuhan MacEspresso?

     Mcdonald's adalah ikon internasional dalam bidang makanan siap saji. Dengan 30 ribu restoran yang tersebar di 121 negara, logo Mcdonald's telah menjadi lambang yang mudah dikenali oleh konsumen asing seperti halnya bentuk botol Coca Cola. Namun dalam beberapa tahun terakhir, Mcdonald's telah kehilangan daya saingnya di Amerika Serikat maupun di luar negeri. Sebagai contoh di Amerika Serikat, makanan yang disajikan oleh Mcdonald's dipandang tidak sehat, desain toko-toko Mcdonald's ketinggalan zaman, dan pelayanan konsumen memburuk. Mcdonald's sudah tidak lagi memimpin pasar, terutama dengan adanya inovasi teknologi oleh perusahaan kompetitor pada tahap pemrosesan dan pemasakan. Target utama konsumen Mcdonald's, anak-anak dan pria muda, mengurangi jumlah pengeluaran uang untuk makanan, sedangkan wanita dan golongan manula yang bukan merupakan target utama Mcdonald's, membelanjakan lebih banyak uang untuk makanan. 
     Keuntungan Mcdonald's menurun dan Starbucks pun menggantikan Mcdonald's sebagai cerita sukses dalam industri makanan. Agar berkembang, Mcdonald's perlu memperluas daerah pasarannya secara agresif ke Eropa dan Asia. Namun umumnya konsumen diwilayah tersebut tidak selalu menyukai Mcdonald's yang memiliki penampilan dan produk yang terlalu "berbau Amerika". Jadi, burger produksi Mcdonald's di negara-negara tersebut harus disesuaikan rasanya dengan rasa lokal. Sebagai contoh di Perancis, Mcdonald's menjual brioche dan espresso, sandwich salmon di negara Skandinavia dan bir di Jerman. Mcdonald's di negara tersebut juga menyediakan sajian berupa makanan yang mewah seperti ayam yang disajikan dengan roti focaccia dan salsa.
     Mcdonald's juga mulai menata gerainya. Di Perancis, desain "mountain" memiliki dekorasi ski chalet-lantai kayu, televisi dan sofa. Desain "music" menampilkan tipe-tipe gerai bergaya 1950-an, lengkap dengan pemutar CD. Para manajer berharap para konsumen akan tertarik dengan penampilan gerai Mcdonald's bersedia untuk membayar lebih untuk makanan yang disajikan. Charlie Bell, Presiden Mcdonald's Eropa mengatakan, "Bisnis kami dikemudian hari tidak akan hanya menyajikan burger dan kentang".

"Bisnis kami dikemudian hari tidak akan hanya menyajikan burger dan kentang".
-Charlie Bell, Presiden Mcdonald's wilayah Eropa mengenai perluasan menu Mcdonald's di negara asing-

     Sejauh ini, strategi penampilan dan menu baru yang disajikan berhasil. Penjualan di Amerika tetap menurun, namun penjualan di Perancis meningkat setelah mereka melakukan perubahan. Ken Clement, pewaralaba dan mantan Wakil Presiden Mcdonald's, mengatakan bahwa perubahan penampilan gerai Mcdonald's tidak diperlukan di Amerika. "Orang tidak datang untuk membicarakan penampilan kami." Menurut Ken Clement. "Mereka akan datang dan pergi. Mereka tidak sedikitpun peduli pada apa yang terdapat dalam gerai" ujar Ken Clement. Namun, jika penjualan di Perancis tetap meningkat, inovasi yang dilakukan di Perancis mungkin akan diterapkan di Amerika, dimana pasar di Amerika memiliki potensi resiko dan keuntungan besar. Perubahan tersebut dapat mengasingkan pelanggan lama Mcdonald's, atau hal tersebut dapat menyegarkan perusahaan dan memicu perubahan dalam seluruh industri makanan siap saji. 


Sumber : Buku Bisnis Jilid ke satu Ricky W. Griffin dan Ronald J.Ebert. Hal 31 Tahun 2002 Penerbit Erlangga Jakarta.















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diagnosis Untuk Bisnis Yang Sakit

      Tindakan terbaik apakah yang dapat diambil jika beban yang ditanggung bisnis lebih besar daripada pendapatannya, dan pendapatan itu s...